Pages

Minggu, 17 Oktober 2010

Cerpen Esempe

Jangan suka bo'ong nanti kena getahnya lagiii...!


Di pagi yang terik, Briel pergi ke sekolah dengan tujuan untuk menuntut ilmu. Dia pergi dengan menggunakan sepeda kesayangannya. Suatu ketika, Briel bangun kesiangan karena semalam suntuk menonton televisi. Akhirnya dia terlambat bangun. Lalu dia berbicara dalam hatinya “aku masuk nggak ya, sudah jam setengah tujuh nih, tapi kalo nggak masuk nanti dimarahi bu guru lagi” Dengan menggunakan kancing bajunya, Briel mencoba memilih “Enggak, Masuk, Enggak, Masuk, Enggaak, Massuuk! Yahhh masuk…”. “ Duh ni kancing kok gak bisa di ajak kompromi sih? Tapi, apa aku masuk aja ya…?, dari pada dimarahi bu guru, nanti kena sanksi lagi deh kalau alpa”. Balas Briel.
    Kemudian saat akan berangkat ke sekolah Briel sempat berfikir, “duh aku alasan apa ya biar tidak di marahi bu guru, sekarang kan pelajaran Bahasa Inggris” gumam briel dalam hati “ah gampang ahhh, nanti aku bilang saja habis kecelakaan di jalan, bereskan” jawab Briel dalam hati. Sesampainya di sekolah Briel di interogasi sama pak satpam “kamu kenapa terlambat lagi?” Tanya pak satpam. “saya tadi habis kecelakaan pak di jalan” jawab Briel dengan ragu-ragu. “kecelakaan apa, kok tubuhmu nggak ada yang lecet satupun bajumu juga masih bersih?” Tanya pak satpam. “ee…itu tadi pak ee…” jawab briel dengan kebingungan. Ee…apa?, jawab dong yang tegas kamu kan cowok, cowok harus gentleman” jawab pak satkam. “ ee…tadi pak habis aku bersihin ama sikat semir, hehe….. iya pak sikat semir, tadi juga kecelakaannya tidak terlalu parah jadi nggak lecet satupun” jawab Briel dengan raut muka yang ragu-ragu. “ya sudah kamu masuk sana minta surat izin masuk, nanti keburu telat lho” ujar pak satpam “ya udah pak terima kasih banyak” kata Briel
    Lalu, setelah mendapatkan izin masuk kekelas, di kelas Briel di Tanya sama buguru. “Briel kenapa kamu terlambat?” Tanya bu guru “itu bu saya tadi habis kecelakaan di jalan” jawab Briel 
 “kecelakaan…?” Tanya buguru “iya bu”  jawab Briel. “badan kamu ngak papa, ngak ada yang luka?” Tanya bu guru panik. “ngak papa kok bu Cuma kecelakaan ringan” jawab Briel pura pura. “ya sudah kamu sekarang duduk dan ikuti pelajar-an dengan baik” ujar bu guru “baik bu”jawab Briel dengan semangat.
    Keesokan harinya Briel bangun terlambat lagi karena suka menonton televisi sampai larut malam. Karena takut terlambat lagi Briel ndak mandi langsung ganti baju dan berangkat ke sekolah dengan naik sepeda kesayangannya. Dijalan dia mengayuh sepedanya dengan kencang seperti orang kebut kebutan,dan akhirnya dia mengalami kecelakaan. Dia dan sepedanya menabrak tiang listrik dan tulang tanganya retak serta badannya penuh luka akibat menabrak tiang listrik itu. Briel dibawa kerumah sakit oleh orang orang yang melihat kecelakaan itu dan tangannya digips. Setelah 3 hari teman temanya menjenguk dia kerumah sakit, termasuk pak satpam dan guru yang telah dia bohongi. Briel tidak dapat berbicara apa apa dia hanya merasa bersalah karena telah membohongi pek satpam,guru dan teman temannya.
    Setelah mereka pulang mengunjungi briel,salah satu temannya ada yang belum pulang yaitu sahabatnya Firfit. Firfit bertanya kepada Briel “kenapa kamu sampai begini briel, kelihatan-nya ada yang kamu sembunyikan dari kami semua, katakan padaku pasti aman rahasiamu padaku” Tanya firfit. “entahlah fit mungkin ini balasan yang diberikan tuhan padaku karena aku telah berbohong pada kalian semua” kata Briel. Memangnya kamu telah berbohong apa?” Tanya Firfit lagi. “aku telah membohongi kalian, sebenarnya waktu aku telat kemarin lusa aku tidak mengalami kecelakaan, aku hanya bangun kesiangan karena keasyikan nonton tv pada malam harinya” jawab Briel pelan. “Ooo…jadi gitu, makanya jangan suka berbohong jika tidak ingin akhirnya rugi” jawab Firfit tegas. “trus gimana fit, aku takut dan nilaiku akhir akhir ini makin menurun drastis” kata briel cemas. “ya sudah, kamu istirahat saja biar lekas sembuh nanti kalau sudah sembuh kamu minta maaf sama mereka yang kamu bohongi dan jangan suka tidur terlalu malam ndak baik untuk kesehatan, kamu juga harus rajin belajar biar nilaimu naik kembali, lagian tv di turutin ndak ada habisnya tau”. nasehat Firfit seperti orang tua yang menasehati anaknya. “tapi fit aku malu untuk minta maaf pada mereka, aku takut mereka marah” jawab Briel ragu. “kalau kamu tulus mereka, pasti ngak akan marah, lagian wong kamu yang salah kok takut dimarahi, itu memang resiko tau” kata Firfit jutek. “Ya udah fit makasih banyak ya…kamu memang sahabatku yang paaaaaling baik dan ngertiin aku” jawab briel dengan senyum lega. “ya sudah, aku pulang dulu ya briel, sudah sore, kamu istirahat yang banyak ya biar lekas sembuh” kata Fifit sambil berpamitan.
    Setelah satu minggu Briel diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan boleh kembali kesekolah walaupun dengan tangan yang masih digips. Ketika kesekolah briel mendatangi mereka mereka yang telah dia bohongi dan meminta maaf kepada mereka semua. Ada yang memarahi dan ada juga yang memaklumi. Briel menerima semua itu dengan lapang dada dan hati yang gembira. setelah meminta maaf pada mereka semua, Briel merasa lega dan tenang. Dan dalam hatinya Briel berjanji tidak akan tidur terlalu malam lagi dan akan rajin belajar supaya nilainya makin bagus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar