Pages

Kamis, 01 Desember 2011

Maaf

Maafkan aku
30 nopember 2011

Mungkin selama ini aku selalu saja bertingkah seenaknya.
mungkin memang aku yang salah dan aku yang menyebabkan kebencian ini terjadi. aku sekarang tersadar akan kesalahanku terhadap apa yang aku perbuat. tapi inikah hukuman bagiku. kamu tak lagi terlihat di depan ku, kamu selalu menghilang tanpa ada kejelasan. aku selalu menganngap kamu selalu temanku. tapi ternyata. kamu malah menjauh. apakah ini hukumanmu terhadapku ? apa ini awal dari kekesalanmu terhadapku. aku sangat bingung. ketika aku mencoba untuk meminta maaf tapi kamu tak pernah menerima perkataanku. aku bingung harus berbuat apa untuk kamu.
aku mengakui selama ini aku salah terhadapmu. ya aku salah! haruskah aku begini dan hanya bisa menerima kemenanganmu atas ku. kalau memang ini balasan untuk ku, tidak masalah bagiku. mungkin aku harus diam untuk membuat kamu senang dengan kemenanganmu. kamu mungkin hanya menganggap aku hanya teman atau bahkan sebuah kerikil kecil yang bisa dibuang dengan di tendang dengan kaki kirimu. aku terima itu.
kalau boleh aku jujur, aku menangis karena itu. aku memang tak diharapkan ada di dekatmu.aku akan pergi,sesuai kamauanmu. aku temanmu aku ingin kamu tenang.

saat ini atau mungkin selamanya aku tak akan memiliki siapa-siapa lagi. sesuai keinginanmu. mungkin kamu lebih senang kalau aku begini. layaknya di ruang hampa yang akan segera pergi karena keheningan.
panas rasanya pipin kalau terus menagis. mataku sembab sudah tak bisa berkedip lagi.

aku sangat menghargai apa yang telah kamu berikan kepadaku selama ini. terima kasih. dan maafkan aku