MERAGUKAN ATAU MEREMEHKAN...?
jujur aku paling gak suka kalau ada seseorang yang sedikit saja meremehkan orang yang lain. yah mungkin seperti yang aku alami sekarang, begitu mudahnya mereka mengganti posisiku yang mungkin selama ini memang aku mau. sungguh keterlaluan mereka itu. mereka terlalu meremahkan akan kemampuanku. mungkin memang dia adalah seseorang yang bisa segalanya, tapi bagiku itu hanyalah omong kosong. dia hanya mau seenaknya sendiri. terserah apa kata dia, seolah-olah dialah yang menjadi inti dari segala apa yang terjadi. iught....! justru itu yang paling menyedihkan. hanya ingin tampang untuk di kenal bukan untuk di segani.
mereka terlalu meremehkan aku, sampai akhirnya aku juga yang harus mengalah. sebenarnya aku capek dengan semua ini. tapi mau bagaimana lagi. aku tak punya wewenang atas semua ini. suatu hal yang bisa aku lakukan saa ini hanyalah terdiam, bemberi semangat atas hal yang enggan untuk aku lihat dan rasakan, memasang wajah yang seharusnya bukan dari raut wajah yang aku alami, dan satu lagi, berpura -pura senang dihadapan publik tapi dalam artian kecil aku merasa mirisatas yang aku alami.
It's okay. kalian semua memang lebih unggul dari aku tapi itu akan berubah ssuai dengan bergantinya waktu.
aku tidak habis fikir, kamu berani mengucapkan sebutir kalimat yang maknanya sangat dalam. berani bicara kalau seandainya aku tidak bisa. itu merupakan suatu hal yang BODOH bagi kamu yang memiliki kemampuan pada otak yang lebih dari aku. sebegitu engkah kamu mengucapkan itu tanpa pemikirang yang cukup matang...?
jujur aku paling gak suka kalau ada seseorang yang sedikit saja meremehkan orang yang lain. yah mungkin seperti yang aku alami sekarang, begitu mudahnya mereka mengganti posisiku yang mungkin selama ini memang aku mau. sungguh keterlaluan mereka itu. mereka terlalu meremahkan akan kemampuanku. mungkin memang dia adalah seseorang yang bisa segalanya, tapi bagiku itu hanyalah omong kosong. dia hanya mau seenaknya sendiri. terserah apa kata dia, seolah-olah dialah yang menjadi inti dari segala apa yang terjadi. iught....! justru itu yang paling menyedihkan. hanya ingin tampang untuk di kenal bukan untuk di segani.
mereka terlalu meremehkan aku, sampai akhirnya aku juga yang harus mengalah. sebenarnya aku capek dengan semua ini. tapi mau bagaimana lagi. aku tak punya wewenang atas semua ini. suatu hal yang bisa aku lakukan saa ini hanyalah terdiam, bemberi semangat atas hal yang enggan untuk aku lihat dan rasakan, memasang wajah yang seharusnya bukan dari raut wajah yang aku alami, dan satu lagi, berpura -pura senang dihadapan publik tapi dalam artian kecil aku merasa mirisatas yang aku alami.
It's okay. kalian semua memang lebih unggul dari aku tapi itu akan berubah ssuai dengan bergantinya waktu.
aku tidak habis fikir, kamu berani mengucapkan sebutir kalimat yang maknanya sangat dalam. berani bicara kalau seandainya aku tidak bisa. itu merupakan suatu hal yang BODOH bagi kamu yang memiliki kemampuan pada otak yang lebih dari aku. sebegitu engkah kamu mengucapkan itu tanpa pemikirang yang cukup matang...?
