Dimulai dari reuni teman-teman masa kesilku yang sekarang udah sibuk dengan urusannya sendiri. Awalnya aku seneng sekali dengan adanya acara reunian bareng. tapi kemarin malam aku terkejut dan kecewa. ternyata apa yang aku harapkan itu salah besar. aku terlalu berharap dengan apa yang ada di pikirankuy selama ini, tentang Rasa, Pemikiran, Keadaan, dan semua yang telah aku jalani selama ini. aku berharap besar dengan adanya dia dalam diriku. tapi nyatanya, dia tak mempedulikanku. jangankan perhatiannya, aku bagaikan topeng yang menjadi penutup muka seseorang, sebagai pensil untuk menulis, sebagai telfon untuk perantara dan sebagai mobil-mobilan untuk kesenangan sesaat.
Pada saat itu, kekecewaan aku dimulai saat dia mengatakan pada kami bahwa ia tidak mau menyakiti hati seseorang, (pok) dan setelah itu di bilang semua anag di matanya itu sama... trus apa artinya semua ini...? aku telah banyak berharap dengannya.
Sedikit demi sedikit aku pandangi wajahnya, tapi apa yang aku dapat? kebohangan besar yang ia tunjukkan kepadaku. dari situlah awal dari kekecewaanku dimulai. aku tak menyangka ini bisa terjadi kepada aku dan dia. aku mencoba untuk tetap tenang dan mencoba untuk tetap tegar. aku bingung apa yang harus aku lakukan untuk dia. apakah aku harus menjauhi dia?
Semenjak saat itu, aku mulai berfikiran untuk menjauh dari dia. aku ingin menghapus semua yang telah aku jalani bersama dia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar